Di layar kaca, temukan tokoh politik (barangkali lebih tepat disebut sebagai badut politik..), pernyataan-pernyataannya terlalu dipoles. Obral bicara etika, aturan, kebaikan rakyat, kehendak masyarakat, cita-cita luhur dan seterusnya.
Ah, dia bukan tokoh tapi badut saja.
Tokoh ialah perkataan dan perbuatan sejalan. Selain itu, ya hanya badut saja, badut yang tak lucu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar